Selasa, 05 Maret 2013

SENANGNYA PUNYA ANAK MULTI TALENTA, BANYAK BISANYA, PERIANG DAN PEMBERANI…! “MAU JADI POLISI”


Anakku yang ke dua bernama Ciara Dhafiyah Korsela (3,7 th). Kami biasa memanggilnya dengan panggilan “Cece”. Anakku yang satu ini agak berbeda dengan kakak dan adiknya. Orangnya periang, lincah dan pemberani. Apapun Ia tanyakan, misalnya “Buku itu apa ma?, pensil itu apa? Cat itu apa ma?” dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang kadang membuatku kewalahan  menjawabnya. Cece ga bisa diam orangnya. Suka loncat ke sana ke mari, berlari-larian main sepeda, ada aja tingkahnya yang bikin rumah jadi rame. 


Cece suka sekali kalau lihat pak atau bu polisi yang lagi ngatur lalu lintas. “Ma itu polisi!”, katanya spontan bila melihat pak polisi di jalan. Ia minta dibelikan baju polisi, kebetulan di sekolahnya (PAUD) memakai seragam polisi. Senang sekali Cece kalau sudah pakai baju polisi. “Hormaaaat  grak”, teriaknya sambil mengangangkat tangan ke jidad, walau belum sempurna cara hormatnya. Aku tersenyum geli melihat tingkahnya. Kalau ditanya mau jadi apa kalau sudah besar, Cece menjawab, “Mau Jadi Polisi”. Aku terkagum-kagum, wow….perempuan tapi mau jadi polisi, hebat-hebat pikirku.


Bergaya di depan kamera itu juga salah satu kesenangannya. Kalau aku lagi pegang kamera, Cece ga mau ketinggalan ikut photo-photo layaknya seorang photo model. Dikit-dikit minta dibelikan baju baru. “Ma besok belikan Cece baju baru ya!”, katanya. Riang sekali Cece kalau diajak belanja beli baju atau sepatu untuknya. Kalau ditanya, “Capek ga Cece jalan ikut mama belanja?”, langsung Cece menjawab “Nggak ma, Cece ga capek”. Tentu dong ga capek, kan sudah dibelikan baju baru, gumamku dalam hati sambil tersenyum melihat tingkah anakku yang lucu.


Semenjak ia masuk sekolah PAUD, Cece sudah bisa menyanyi, menulis walau belum tau apa arti tulisannya, melafalkan abjad dan angka. Suatu ketika, pada waktu pulang dari sekolah ada suara mungil mengucapkan “Assalamu’alaikum!”. Ku buka pintu, eh ternyata gadis kecilku yang mengucapkan salam itu. “Alhamdulillah”, ucapku dalam hati, sudah ada kemajuan. 

Kebiasaan yang masih susah untuk ditinggalkan oleh anakku yang satu ini yaitu minum susu alias “ngedot”. Sehari bisa sampai enam kali minta dibuatkan susu. Apalagi kalau mau tidur, kayaknya belum afdol kalau belum minum susu sebelum tidur. Kalau persediaan susu lagi habis di rumah, Cece bisa teriak-teriak marah minta dibelikan susu. Oleh karena itu, aku selalu menyetok susu di rumah. 

 



(Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba testimonial "Senangnya Punya Anak Multi Talenta", Morinaga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar